Seru! Pengalaman Pertama Melakukan Perjalanan Udara

By Ika Putri Yuliana Sari - November 14, 2021


Sebagai manusia yang dilahirkan dengan rasa penasaran yang tinggi. Aku sering kali ingin mencoba hal baru. Dimanapun dan apapun. Pernah suatu hari aku becanda dengan seorang temanku, "Kita pernah naik kereta. Besok harus merasakan naik pesawat ya! Bismillah tahun depan". Awalnya itu hanya sebuah candaan yang dibenakku tidak terlalu aku harap-harapkan.

Kalau kata embahku, "Nek ngomong sing ati-ati. Mbokan di aamiini malaikat (Kalau bicara hati-hati, barangkali di aamiin-kan malaikat)". That's true! Malaikat meng-aamiin-kan dan Allah mengabulkan. Kuasa Allah! MasyaAllah! Ditahun ini, tepat satu tahun setelah candaan itu. 'Tahun depan', benar-benar tahun depan.

Sebenarnya, saat mendapat kesempatan merasakan pengalaman ini. Aku belum teringat akan candaan itu. Baru teringat saat landing di Lampung. Iya, betul. Pengalamanku naik pesawat yaitu dari Jakarta ke Lampung. Masih jarak dekat tentunya. Tapi, namanya pengalaman tetap pengalaman. Dan akan berkesan sampai nanti. (Lebay! Haha)

Aku bukan hanya terkagum akan kesempatan, tapi juga tentang keagungan Allah SWT. Apa yang kita anggap mustahil, jika itu baik untuk kita, Allah pasti kabulkan. So, mulai bicara yang baik-baik ya, bestie! Contohnya, aku ingin punya rumah sendiri di umur 30 tahun, aku ingin keliling dunia sebelum umur 40 tahun. Aamiin. Hihi. Becanda dulu aja, takjub kemudian.

Pengalaman naik pesawat ini didasari karena aku akan melakukan Familiarization Trip ke Lampung. Sedikit mendadak, karena sebetulnya bukan aku yang akan berangkat. Tapi aku menggantikan temanku yang sedang hamil muda. Ella Fitria, namanya. Teruntuk Mbak Ella, big thanks yaa! By the way, Aku ke Lampung bersama Idah Ceris, yang akrab aku sapa Bu Idah. Iya, Ibu. Karena sudah beranak pinak. Ibu dengan dua anak. Doakan segera lahir yang ketiga, ya. Aamiin!

Oiya, karena baru pertama kali, aku sempat searching dulu, dong. "Hal yang harus dipersiapkan sebelum naik pesawat". Sedikit norak ya? Hahaha. Beberapa hal yang aku baca cukup bermanfaat untuk bekalku untuk pengalaman kali ini. Nah, buat kamu yang sedang baca tulisanku ini dan belum atau akan melakukan perjalanan udara bisa dibaca dan dicatat, yaa.

TRAVELING DI SAAT PANDEMI

PCR di RSUD Setjonegoro

Melakukan perjalanan udara saat sedang pandemi ini cukup ribet. Karena perlu adanya tes PCR dan sudah pernah melakukan vaksinasi setidaknya 1 kali. Untuk kamu yang sudah melakukan vaksin 2 kali, sudah boleh hanya Antigen saja, lho. Peraturan ini tertuang di Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 22 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri pada Masa Pandemi. Untuk kamu yang berada di wilayah sudah ada fasilitas yang bisa melayani PCR, bersyukurlah kamu. Karena aku harus menempuh waktu kurang lebih 1 jam untuk bisa tes PCR.

Aku melakukan tes PCR di RSUD Setjonegoro, Kabupaten Wonosobo. Dengan membayar biaya Rp 275.000. Pengambilan sample dilakukan pukul 10.00 WIB dan pukul 19.00 WIB hasil sudah bisa diterima serta sudah terverifikasi di aplikasi Pedulilindungi.

Apakah hasil PCR harus dicetak untuk dibawa ke Bandara? Tidak. Kamu hanya perlu meng-install aplikasi Pedulilindungi. Namun, jika hasil PCR belum masuk di aplikasi, kamu bisa scan hasilnya untuk jaga-jaga di Bandara.

FYI, untuk penerbangan menggunakan Lion Air, kamu bisa membeli paket bundling tiket pesawat yang sudah disertai tiket PCR. Dengan syarat harus melakukan tes PCR di klinik yang sudah ditentukan oleh pihak Lion Group. Kamu bisa cek apakah daerahmu ada klinik tersebut di sini. 


BAWA BARANG SECUKUPNYA

Mentang-mentang mau pergi berhari-hari terus seluruh isi lemari dibawa. Hahaha. Jangan ya, bestie. Kamu juga harus memperhatikan kapasitas maksimal bagasi yang tertera pada boarding pass. Jangan sampai kamu terlalu banyak membawa barang dan harus membayar charge di Bandara.

Cek lagi barang bawaanmu dan jangan membawa benda tajam, yaa. Walaupun kamu umpetin diujung sekalipun. Pokoknya jangan! Aku sarankan, tidak membawa banyak barang ke cabin supaya kamu tidak kerepotan menyimpan barang-barangmu. Oiya, barang terpenting lainnya yang harus dibawa yaitu KTP. Ini penting banget untuk cek identitasmu saat check in nanti.

Sebelum berangkat menuju Bandara, cross check lagi barang bawaan yang akan dibawa. Supaya tidak ada yang tertinggal, seperti perasaanmu ke doi. Xixixi. Aku sarankan, untuk datang ke Bandara lebih awal, agar tidak tergesa-gesa saat melakukan prosedur-prosedur yang harus kamu lakukan di Bandara.

IKUTI PETUNJUK PETUGAS

Jika kamu merasa kebingungan saat berada di Bandara, kamu bisa tanyakan ke petugas yang ada. Tenang! Petugasnya tidak menyesatkan, kok. Saat ada di Bandara, yang akan kamu lakukan yaitu check in, check in, dan check in. Jadi, ada beberapa kali check in sebelum ke ruang tunggu dan melakukan penerbangan. So, harap bersabar, ya! Kalau sudah sampai di ruang tunggu, kamu sudah bisa duduk tenang menunggu waktunya boarding.

Sembari menunggu kamu bisa sambil mengisi EHAC di aplikasi Pedulilindungi. Supaya perjalananmu terekam di aplikasi. Pastikan data dirimu benar, ya. Biasanya, petugas Bandara juga akan mengecek EHAC-mu. Jadi, daripada diburu-buru petugas, lebih baik diisi terlebih dahulu.

Antre masuk pesawat

Setelah sudah masuk ke dalam cabin, kamu hanya perlu duduk tenang, berdoa, dan mengikuti arahan dari Pramugari. Jangan lupa mematikan ponsel atau mengganti ke airplane mode. Baca petunjuk yang ada di sekeliling juga, yaa.

Oiyaa. Pengalaman pertamaku ini, aku menggunakan Lion Air dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Radin Inten II. Mungkin beberapa prosedur yang aku jelaskan akan berbeda di Bandara lainnya. Kamu juga bisa cari-cari informasi mengenai Bandara akan kamu kunjungi. Safe flight!

Kamu punya pengalaman melakukan perjalanan udara juga? Share di kolom komentar, yuk!


  • Share:

You Might Also Like

65 komentar

  1. Wahh, pengalaman pertama selaluuu seruu dan exciting banget ya mbaaa
    aku juga keingat kali pertama naik pesawat, pas masih SMA.
    Aselik seru banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran deh, Mbak. Pas masih di Bandara sampai mikir. Ini beneran mau naik pesawat wkwk

      Hapus
  2. Bener mbaaaa, omongan yang kelihatan becanda malah bikin takjub saat kelak terwujud. Bismillah aja di aamiinkan malaikat. Saya juga pernah kepengen nikah sebelum umur 25th. Dan sayapun menikah 4 bulan sebelum 25 tahun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari sekarang, bicara yang baik-baika aja ya Mbak yaaa. Siapa tau terwujud hihi

      Hapus
  3. Seneng banget ya kalau keinginan kita bisa terwujud dengan hasil usaha kita sendiri.. Jadi kangen travelling nih lihat postingan ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, bismillah tahun depan travelling Mbak. Eh, atau bulan depan? Wkwk

      Hapus
  4. Setelah pandemi aku belum kemana2 kak. Tapi kalau sekarang paket bundlingnya masih berlaku ga y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk bundling sepertinya masih berlaku Kak. Atau bisa ditanyakan ke Call Centre Lion Air atau maskapai yang kakak kamu naiki

      Hapus
  5. aku pas baru pertama kali naik pesawat sampe dikatain kampungan sama temenku mbak. Tapi memang gitu ya kan, selalu ada yg pertama untuk semua hal jadi ya kita nikmati aja perjalanan hidup itu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa naik pesawat lagi bareng keluarga kecilku. Gak harus ke luar negeri ya kan, bisa menjelajah negeri ini aja udah hepi

      Hapus
    2. Aamiin. Semoga tercapai ya, Mbak. Di Indonesia banyak tempat-tempat bagus kok Mbak. Jadi keliling Indonesia dulu aja hihi

      Hapus
  6. Sejak pandemi belum pernah naik pesawat lagi. Semoga sebentar lagi bisa naik pesawat amiin.
    Btw, untung udah vaksin 2 jadi kalau naik pesawat cukup antigen aja ya kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kak. Untuk peraturan per 2 November kemarin seperti itu. Tapi karena ada kabar akan PPKM lagi, nggak tau nih peraturan yang terbaru akan seperti apa

      Hapus
  7. Semoga tahun depan aku juga bisa merasakan perjalanan naik pesawat aah. Satu-satunya transportasi yang belum pernah kunaikin nih. Btw, pengalaman pertama apapun tuh memang selalu seru dan berkesan ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin paling seriusss! Iya, Mbak. Bodo amat mau dikata kampungan juga haha

      Hapus
  8. pengalaman pertama selalu exciting ya mba, aku pertama kali naik pesawat waktu di tugasin kantor ke cabang lain hahaa ya ampun nderegdeg banget mba hahaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, aku juga agak degdegan nih awalnya. Tapi tetep masih bisa tidur di pesawat wkwk

      Hapus
  9. wah asyik banget udah bisa jalan via "udara"

    ternyata mudah ya?

    hanya ada tambahan sedikit tambahan peraturan

    BalasHapus
  10. Alhamdullilah perjalanan udara lancar dan tidak ada gangguan di udara. Kalau telat penerbangan hal biasa kayanya. Nungguin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahaha, takut banget telat aku tuh Mbak. Takut kalau ditinggal.

      Hapus
  11. Perjalanan udara pas pendemi gini selain PCR harus siap apalagi ya mbak? Untuk kebutuhan tiket bisa dipesan pas hari H juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menyiapkan jiwa yang bahagia itu penting banget, Mbak. Hihi. Kalau saran aku, lebih baik pesan sebelum hari H. Supaya tidak terburu-buru waktu di Bandaranya

      Hapus
  12. Waahh aku pandemi ini belum pernah lagi naik pesawat mba hihi, males banget ribetnya yahh. belum lagi kalo kebijakan itu berubah sana sini, haduuh makin males rasanya wkwkw. Sehat2 ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya kalau lokasi tes PCR sudah tersebar di tiap daerah nggak terlalu ribet sih, Mbak. Yang bikin aku ribet itu harus ke luar kota untuk bisa tes PCR huhu

      Hapus
  13. Pengalaman pertama itu selalu excited dan seru ya mba... Terimakasih sudah berbagi

    BalasHapus
  14. Terakhir naik pesawat kapan ya dah lupa wkwkwk kayanya pas 3.5 tahun yang lalu :( kangen juga. Tapi liat prosedur yg lumayan, agak males bawa 2 anak balita huhu. Skip dulu deh. Nostalgia aja baca artikel seru ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi, untuk di Bandaranya seperti sudah tidak terlalu ketat seperti saat awal-awal pandemi. Jadi, ayo liburan bareng anak-anak. Hihi

      Hapus
  15. wah belum pernah nih pakai kjalan udara selama pandemi ... alhamdulillah y sudhamulai keluar aturan2 yang tidak membingungkan semoga vaksin juga semakin merata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ya, Mbak. Akhir-akhir ini, vaksin didaerahku sudah digenjot habis-habisan. Kalau di daerah Mbak bagaimana?

      Hapus
  16. aku adalah orang yang suka mencari tahu terlebih dahulu untuk sesutau yg belum pernah aku lakukan, mb. seperti mb seraching dulu buat persiapan. buat aku sih membantu banget biar ga tersesat, seenganya dapat gambaran gimana-gimana ya mb :D

    sejujurnya aku termasuk yg cukup sering melakukan perjalanan udara, karena kapungku di kalalimantan. tapi, pandemi terakhir ini setelah ada vaksin belum sama sekali terbang mb. tulisan mb, berguna bgt buat aku yang mungkin akan pulang ke kampung halaman dalam waktu dekat. makasih mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat, Mbak. Semoga bisa cepat ketemu keluarga di kampung halaman ya Mbak 🥰

      Hapus
  17. udah kangen banget staycation dan traveling niy kak, aku kemarin beberapa kali juga bolak balik kalimantan, wah semoga semua segera aman kembali ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ya Kak. Dah kangen jalan-jalan tanpa masker nihhh

      Hapus
  18. huwaaa kangen sekali pengen terbang lagi hihi.. semenjak pandmei belum berani terbang apalagiu kalau harus bawa anak kecil ya, bayangannya udah rempong aja hehe.. makasih infonya kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, nunggu anaknya agak gedean aja Mbak. Sehat-sehat ya Mbak dan anakk

      Hapus
  19. Aku baru sekali perjalanan udara. Waktu itu perjalanan ke malang, pas lagi honeymoon. hehehe..
    kalo semasa pandemi belum pernah sama sekali. Btw, meski pandemi, sekarang naik pesawat gak terlalu ribet persyaratannya ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ditempat Mbak sudah ada fasilitas tes PCR udah nggak ribet Mbak. Hehe

      Hapus
  20. Kalau kampung suamiku harus naik pesawat atau kapal laut mbak, jadi aku naik pesawat pertama karena kenal suamiku ahaha. Btw ini trip barengan mbak lidya fitrian juga ya kemarin ke Lampung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jauh banget dengan mertua ya Mbak. Huhu. Iyaa Betul, Mbak. Aku bareng Mbak Lidya Fitrian hehe

      Hapus
  21. Aamiin. Semoga bu Idah Ceris segera mewujudkan anak ketiga 😊.

    Pengalaman pertama selalu terkesan dan akan selalu teringat. Alhamdulillah perjalanan udaranya lancar 😍

    BalasHapus
  22. Pengalaman pertama yang berkesan ya, mbak. Senangnyaaaa ketemu sama blogger nge-hits mbak idah ceris.

    BalasHapus
  23. Bepergian saat pandemi luar biasa sekali, apalagi ini pengalaman pertama terbang. Pastinya banyak cerita yg indah ua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indah banget, Mbak. Apalagi ke Lampung. Bikin betah disana, nggak mau balik.

      Hapus
  24. Jadi ini bener-bener pengalaman pertama terbang? Udah gitu pas pandemi. Wah! Bener-bener spesial tuh pengalamannya. Karena biasanya suka seneng abnget sekaligus deg-degan. Di saat pandemi ini jadi semakin menarik kalau jadi pengalaman pertama, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, Mbak. Nggak senengnya hidung berulang kali dicolok sana-sini. huhu

      Hapus
  25. Jadi tau kalau sudah vaksin dua kali cukup antigen aja ya. Saya belum pernah naik pesawat lagi setelah pandemi ini mbak takut kena PCR yang lumayan harganya. Ternyata klo vaksin baru 1 aja yg wajib PCR. Baik dicatat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, Mbak. Tapi Alhamudillahnya aku kemarin sudah turun banget harganya. Bayangkan pas masih berjuta-juta. Haduhhh, bisa-bisa kucingku puasaa

      Hapus
  26. Sekarang sudah bisa terbang lagi ya, mudah2an bisa segera ada kesempatan lagi karena memang udah kangen berat ini. Terakhir terbang pas banget pas awal pandemi jadi udah hampir mau dua tahunan nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terbang pas awal pandemi pasti masih ketat banget ya, Mbak?

      Hapus
  27. waa..ikut famtrip Lampung ya..asyik sekali! semoga akupun bisa ikut ke Lampung lain kli.. oya, salam buat bumil syantik Ella dan bu Idah juga yaaa..

    BalasHapus
  28. Wah seru banget ini. Pastinya gak terlupakan. Harap-harap cemas tapi exciting ya. Alhamdulillah semuanya lancar. Dan alhamdulillah juga ya sekarang sudah semakin longgar nih peraturan terkait pandemi. Semoga aja semuanya bisa tetap ketat protokol kesehatan biar keadaan senantiasa bisa terkendali. Jadinya perjalanan udara, baik itu untuk bekerja atau pun jalan-jalan bisa dilakukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu aku kemarin masih lumayan ketat sih, Mbak karena harus menunjukan hasil tes covid nyaa

      Hapus
  29. Oalah, dirimu tuh baru kali pertama terbang toh kak. Sekalinya penerbangan kedua, hampir ketinggalan pesawat ya di Lampung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ini, nggak tau mau dimasukan memori yang mana. Seru kah? Atau seru banget? Hahaha

      Hapus
  30. yaaaaay.. happy to know that you are finally have the experience to fly! Makasih yaa Ika sudah ikutan memeriahkan Lampung Familiarization Trip 2021 bareng Idaaah... hope you enjoy the program

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enjoy banget, Mbak Indahhhh. Ditunggu eventnya lagi, semoga sudah semakin membaik negeri iniiiii

      Hapus
  31. Ngomongin pengalaman pertama saya jadi ingat nih ternyata sampai sekarang tuh belum pernah merasakan yang namanya naik kereta. Kapan yaa bisa merasakan pengalaman pertama naik kereta...huhuhu

    BalasHapus
  32. Jadi benar kudu hati-hati dengan apa yang kita omongkan ya even itu cuma bercanda pastikan bercanda yang baik-baik karena ngeri juga kalau bercandanya hal yang buruk trus diaamiinkan malaikat.

    Jadi ingat pengalaman pertama saya naik pesawat, sendirian dan sepanjang perjalanan gak bisa tidur sama sekali (berangkatnya tengah malam gitu dengan perjalanan kurleb 2,5 jam) karena antara gugup dan takut gitu, haha. Yah, pengalaman pertama memang selalu berkesan ya Mbak.

    BalasHapus
  33. Congrats for ur first flight, kak! Aku jadi inget waktu pertama kali tebang juga, cemas bawaannya berhari-hari mwkwkwk. Tapi karena pandemi dan akhirnya aku flight lagi kmaren Oktober, jadi kerasa juga sih pengalaman pertama kali terbang, semoga bisa terbang keliling dunia deeeh sebelum 35 tahun, aamiin!

    BalasHapus
  34. Sejak pandemi ini saya malah belum pernah lagi melakukan perjalanan udara. Kebayang repotnya urus dokumen persyaratan apalagi sambil bawa 2 balita. Jadi yang aman naik kereta atau bus dulu deh

    BalasHapus