SEKILAS, TENTANG PRIBADIKU.

By Ika Putri Yuliana Sari - Juli 13, 2020

Di tahun ini, aku genap berusia 22 tahun. Menjalani hidup yang cukup ambisius kadang memang terasa melelahkan. Disaat yang lain santai nongkrong menghabiskan uang hasil kerja mereka atau mungkin masih uang orang tua. Aku harus memikirkan banyak cara untuk bisa membahagiakan orang-orang tersayang. Mencoba segala usaha untuk menemukan pintu sukses. Menentukan target-target yang harus tercapai. Keinginan terbesar salah satunya bisa mengangkat derajat orang tua. Istilah orang Jawa, mikul duwur mendem jero.

Sukses yang ingin aku capai yaitu ketika aku merasa nyaman dengan hidup dan tidak mengkhawatirkan masa depan. Tidak hanya masa depanku, tapi juga keluarga dan anak turunku. Yaaa sekarang masih jauh dari kata sukses memang. Tapi aku percaya, Allah akan merubah derajat hamba-Nya ketika hamba-Nya mau berusaha. Usahaku dengan mencari sesuatu yang menghasilkan materi namun hati tetap senang.

Mengulas masa lalu, 6 tahun lamanya mencari jati diri. Tiga tahun duduk dibangku SMK dengan program studi Rekayasa Perangkat Lunak. Berharap akan menemukan sebuah cahaya masa depan. Nyatanya, aku tidak bakat dalam hal itu. Kemudian, 3 tahun duduk dibangku kuliah Diploma Agroteknologi. Berharap juga akan mendapatkan sesuatu untuk menuju sukses. Namun, sepertinya memang bukan bakatku juga menggeluti bidang pertanian. Tidak mendapatkan hasil dari 2 pilihan tersebut, kemudian aku banting stir ke dunia Desain Grafis. Jauh? Jauhhh pastinya. Di desain grafis, awalnya aku hanya mengandalkan ilmu dari internet. Iseng-iseng bermain dengan software desain ternyata ketagihan. Pada dasarnya sedari kecil aku memang menyukai dunia seni 2 dimensi berupa gambar. Banyak karyaku yang masih ku simpan rapi di almari. Mungkin itu bisa disebut dengan bakat. Alhamdulillah, aku mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan dari Kementrian Kominfo melalui Digital Talent Schoolarship pada tahun 2019. Lewat pelatihan itu, aku mendapat banyak ilmu tentang Desain Grafis. Dikenalkan dengan mentor yang sudah profesional dalam bidangnya. Dari situ, mulai aku perbaiki apa yang perlu diperbaiki dalam dunia Desain. Hingga aku berani membuka usaha dibidang Desain Grafis yang diberi nama Kennelo. Kennelo berfokus pada bidang branding design. Memang basih banyak kekurangan di dalam diri Kennelo, tapi aku mencoba memperbaiki semaksimal mungkin. Doa terbaik untuk Kennelo agar bisa besar seperti yang diinginkan.


Padahal dulu, ketika bilang ke orang tua bahwa aku memiliki keinginan melanjutkan study ke dunia Desain Grafis selalu mendapat respon negatif. Satu yang aku ingat, "mau jadi apa kuliah di desain grafis?". Huhu, tapi tidak memungkiri kalau memang orang tua tidak mengijinkan waktu itu. Karena pada dasarnya orang tua selalu ingin masa depan anaknya baik. Mungkin cara mereka yang sedikit tidak sesuai dengan kemauan anak. Menurutku sih. Penting sebagai figur orang tua mengetahui bakat anaknya. Karena apa? Mengerjakan sesuatu yang kita sukai jauh lebih menyenangkan daripada sesuatu yang baik di mata orang namun hati kita tidak disana. Teruntuk para orang tua yang baca tulisanku, mari baca bakat anak lebih dini dan bimbing kita sebagai anak-anak untuk mencapai sesuatu yang baik dari bakat kita. (haha, ini aku berbicara sebagai anak yaa, mohon maaf belum jadi orang tua. Mohon maaf juga bagi yang kurang berkenan 🙏).

Sebenarnya, yang aku ceritakan hanya sekilas. Sebuah keberuntungan dan perjuangan hingga berada dititik ini, titik sedikit dihargai. Masih banyak lika-liku kehidupan yang sudah dilalui 22 tahun lamanya yang belum dan tidak bisa aku ceritakan. Doaku untuk diriku, semoga diriku selalu diberkati oleh Allah. Menjadi orang yang selalu beruntung. Aamiin.

Semangat! Keberhasilan hanya penikmat, jangan terlena. Perjalanan masih jauh. Have a nice day!

Support usahaku dengan follow akun instagram @kennelo.id. Terima kasih. Doa terbaik untuk kalian semua ❤️

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar